Carsiwan
5Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEDAGOGI DAN FILOSOFI PENDIDIKAN: PONDASI DALAM MEMBANGUN PEMBELAJARAN BERKUALITAS Fauzan Yasa Arrafi; Carsiwan; Fifi Nangimah; Fathir Muhammad Nugraha; Fawaz Fauzani
Qalam : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/jq.v15i1.5747

Abstract

Kualitas pendidikan di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai rintangan signifikan, seperti yang terlihat dari peringkat rendah dalam survei PISA 2018 dan 2023. Permasalahan ini muncul akibat isu-isu besar seperti disparitas infrastruktur antara kota dan desa serta kesejahteraan para pendidik, serta tantangan yang lebih kecil berupa kurangnya pemahaman pedagogis yang kohesif di dalam kelas. Banyak guru masih menerapkan metode pengajaran yang bersifat spekulatif dan intuitif tanpa dukungan dasar ilmiah yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang pembelajaran yang berkualitas dengan menguatkan dasar pedagogi serta tiga pilar dari filosofi pendidikan (ontologi, epistemologi, dan aksiologi). Melalui tinjauan literatur, ditemukan bahwa pedagogi seharusnya diingat kembali sebagai panduan menyeluruh yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Dari perspektif ontologis, siswa harus dipandang sebagai individu yang utuh dan terus berkembang; dari sudut pandang epistemologi, guru harus memilih metode berdasarkan bukti ilmiah; dan dari sisi aksiologi, tujuan pendidikan harus mencakup nilai-nilai etika dan estetika. Dalam praktiknya, kurikulum yang berbasis kompetensi dan kurikulum merdeka yang menggabungk an nilai-nilai pancasila serta kearifan lokal menjadi sarana yang sesuai untuk mengatasi tantangan di abad ke-21. Selain itu, peningkatan kualitas ini membutuhkan sinergi antara karakter ideal guru yang bersifat adaptif, humanistis, dan melek teknologi dengan kebijakan makro pemerintah yang sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk mengurangi kesenjangan pendidikan.