Andro Natanael Kosasih
Sekolah Tinggi Teologi Kharisma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integritas Iman dalam Tekanan Asimilasi Budaya: Analisis Daniel 1:8-16 dan Relevansinya bagi Generasi Muda Era Digital Andro Natanael Kosasih; Yanto Paulus Hermanto
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 8, No 2 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2026 - This is
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v8i2.485

Abstract

This article examines Daniel 1:8–16 within the context of Babylonian imperial cultural assimilation and formulates integrity as a theological category of boundary-setting loyalty to God. The study addresses the challenge of Christian youth identity formation in the digital era, where systemic cultural pressures mediated through global values and digital media shape moral orientation and loyalty. The purpose of this study is to analyze how Daniel’s decision not to defile himself reflects a theological mechanism for establishing boundaries of loyalty within a dominant cultural system. This research employs qualitative library research using an exegetical approach with narrative criticism. The analysis focuses on the historical context of Babylonian assimilation and the narrative structure of Daniel 1, particularly the pattern of pressure, faithfulness, and divine intervention within the story. The findings show that Daniel’s integrity represents a reflective act of establishing theological boundaries of loyalty through critical participation within a dominant system without compromising ultimate allegiance to God. This study proposes the concept of “integrity as boundary-setting loyalty” as a theological framework for understanding faithfulness within dominant cultural systems and its relevance for Christian youth identity formation in the digital era.AbstrakArtikel ini menganalisis Daniel 1:8–16 dalam konteks asimilasi budaya imperial Babel dan merumuskan integritas sebagai kategori teologis batas loyalitas kepada Allah. Penelitian ini berangkat dari persoalan pembentukan identitas iman generasi muda Kristen di era digital, di mana sistem nilai global dan media digital membentuk orientasi moral serta loyalitas secara persuasif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana keputusan Daniel untuk tidak menajiskan dirinya mencerminkan mekanisme teologis dalam menetapkan batas loyalitas di tengah sistem budaya yang dominan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan eksegesis dan kritik naratif. Analisis dilakukan dengan menelaah konteks historis asimilasi imperial Babel serta struktur naratif Daniel 1, khususnya pola tekanan, kesetiaan, dan intervensi ilahi dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas Daniel merupakan tindakan reflektif yang menetapkan batas loyalitas teologis melalui partisipasi kritis dalam sistem dominan tanpa mengorbankan kesetiaan utama kepada Allah. Penelitian ini mengusulkan konsep “integritas sebagai batas loyalitas” sebagai kerangka teologis untuk memahami dinamika kesetiaan iman dalam sistem budaya dominan serta relevansinya bagi pembentukan identitas iman generasi muda Kristen di era digital.