Dorce Hanggawali
Sekolah Tinggi Teologi Kharisma, Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teologi Kepemimpinan Musa dalam Perjanjian Lama dan Relevansinya bagi Pembentukan Spiritualitas Digital Era Postmodern Dorce Hanggawali; Yanto Paulus
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 8, No 2 (2026): Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) - Agustus 2026 - This is
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v8i2.513

Abstract

The development of digital spirituality in the postmodern era calls for a reconceptualisation of spiritual leadership that is theologically grounded and adaptable to the complex dynamics of technology. This study aims to analyse the theology of Moses’ leadership in the Old Testament and its relevance to the formation of a contextual and transformative digital spirituality. The method employed is descriptive qualitative research through a literature review, utilising a hermeneutical approach to biblical texts and theological literature. The research findings indicate that Moses’ leadership possesses strong relational, theological, and pedagogical dimensions in shaping a faith community with deep roots. Furthermore, the values of obedience, integrity, and collective nurturing form a crucial foundation in addressing the fragmentation of digital spirituality. In conclusion, Moses’ leadership is relevant as a normative model for building authentic digital spirituality. Spiritual leadership must reflectively integrate technology with the depth of faith. Healthy digital spirituality requires consistent and ongoing theological guidance. The contribution of this research is the development of a contextual framework for digital spiritual leadership based on the theology of Moses.AbstrakPerkembangan spiritualitas digital dalam era postmodern menuntut rekonstruksi kepemimpinan rohani yang berakar teologis dan adaptif terhadap dinamika teknologi yang kompleks Penelitian ini bertujuan menganalisis teologi kepemimpinan Musa dalam Perjanjian Lama serta relevansinya bagi pembentukan spiritualitas digital yang kontekstual dan transformatif. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan pendekatan hermeneutik terhadap teks Alkitab dan literatur teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Musa memiliki dimensi relasional, teologis, dan pedagogis yang kuat dalam membentuk komunitas iman yang berakar Selain itu, nilai ketaatan, integritas, dan pembinaan kolektif menjadi dasar penting dalam menghadapi fragmentasi spiritualitas digital Kesimpulannya, kepemimpinan Musa relevan sebagai model normatif dalam membangun spiritualitas digital yang autentik Kepemimpinan rohani harus mengintegrasikan teknologi dengan kedalaman iman secara reflektif Spiritualitas digital yang sehat memerlukan bimbingan teologis yang konsisten dan berkelanjutan Kontribusi penelitian ini adalah pengembangan kerangka kepemimpinan rohani digital berbasis teologi Musa yang kontekstual.
Transformasi Pemahaman dan Perilaku Finansial Remaja: Evaluasi Program Literasi Keuangan di PKBM Raising Stars Institute Jakarta Citra Ayu Susanto; Dion Markimmer Sihaloho; Dorce Hanggawali
Jurnal PKM Setiadharma Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal PkM Setiadharma
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Arastamar (SETIA) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47457/4bx17171

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi program literasi keuangan untuk remaja di PKBM Raising Stars Institute Jakarta sebagai respons terhadap rendahnya literasi finansial di kalangan pelajar Indonesia. Di era digitalisasi ekonomi, remaja menghadapi tantangan berupa tekanan konsumtif, kemudahan akses kredit, dan paparan media sosial yang mendorong perilaku belanja impulsif. Program literasi keuangan didesain untuk menumbuhkan pemahaman dasar pengelolaan uang, teknik budgeting, dan disiplin finansial. Menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan mixed-method, penelitian melibatkan 58 siswa SMP-SMA dan 15 guru pendamping melalui pre-test/post-test dan observasi partisipatif. Program disampaikan dalam format ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan kuis berhadiah. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman konseptual dari 60% menjadi 85%, transformasi paradigma dari "menghabiskan lalu menabung" menjadi "menabung dulu baru menghabiskan", dan komitmen 70% peserta untuk menyisihkan minimal 10% uang jajan mereka. Faktor psikoemosional dan tekanan sebaya teridentifikasi sebagai tantangan utama implementasi. Program terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi finansial, dengan rekomendasi pengintegrasian konsep literasi keuangan ke dalam kurikulum reguler dan pendekatan whole-school untuk memastikan keberlanjutan dampak jangka panjang.