agus pairi
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Adiwangsa Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Berulang Terhadap Diet Cairan pada Pasien Hemodialisa Di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi agus pairi; Suryadi Imran; Intan Puspita Ratih
Jurnal Penelitian Multidisiplin Vol 5 No 4 (2026): Jurnal Penelitian Multidisiplin
Publisher : Jurnal Penelitian Multidisiplin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58705/efv4p550

Abstract

Dardata IRR (Indonesian Renal Registry) tahun 2020, prevalensi penyakit dasar dari penyakit ginjal kronis yang menjalani dialysis terbanyak adalah penyakit ginjal hipertensi diikuti oleh nefropati diebetik dan diikuti oleh glomerulopati. Jumlah pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisa di Indonesia terus mengalami peningkatan pada tahun 2020 berjumlah 2754,41 ribu pasien, pada tahun 2022 berjumlah 3200,56 ribu pasien, dan pada tahun 2023 berjumlah 3551 ribu pasien. Sedangkan provinsi Jambi sendiri jumlah pasien yang menjalani hemodialisa pada tahun 2020 berjumlah 138 orang. Pada Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi terdapat 66 orang yang menjalani hemodialisa secara rutin 2x dalam seminggu dan terdapat beberapa orang yang mengalami overhidrasi sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka karena terjadi gejala-gejala overhidrasi seperti sesak, edema pada ektsremitas, kelopak mata, dan gejala lainnya. Pada penelitian peneliti ingin mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berulang terhadap diet cairan pasien hemodialisa di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi, dengan menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimental Pre-Post test With Control Group”. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian pasien yang menjalani hemodialisa rutin di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi pada bulan April 2025 sebanyak 26 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 13 orang untuk kelompok intervensi dan 13 orang untuk kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan rata-rata penambahan berat badan intradialisis pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol serta adanya efektivitas pendidikan kesehatan berulang terhadap diet cairan pasien hemodialisa dengan nilai p value <0,05. Diharapkan perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan berulang terhadap setiap pasien hemodialisa untuk mengontrol diet cairan pasien hemodialisa.