Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Efektivitas Kebijakan Pencanangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah Antje Tuasela; Habel Taime
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11962

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasinya. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, peraturan perundang-undangan, serta publikasi resmi yang relevan dengan KEK dan pembangunan ekonomi daerah. Analisis dilakukan melalui proses identifikasi, seleksi, pengelompokan, perbandingan, dan sintesis temuan penelitian terdahulu dengan memperhatikan aspek investasi, pertumbuhan PDRB, kesempatan kerja, pendapatan, kemiskinan, ketimpangan, dan spillover effect. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebijakan KEK memiliki potensi positif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, aktivitas produksi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan sektor ekonomi unggulan. Namun, efektivitas KEK bersifat heterogen dan kontekstual karena dipengaruhi oleh kualitas infrastruktur, sumber daya manusia, kapasitas kelembagaan, keterkaitan industri dengan ekonomi lokal, serta kemampuan menciptakan efek pengganda bagi wilayah sekitar. Dengan demikian, keberhasilan KEK tidak cukup diukur berdasarkan realisasi investasi dan jumlah perusahaan, tetapi perlu dilihat dari dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, produktivitas, dan pemerataan manfaat pembangunan. Penelitian merekomendasikan penguatan integrasi KEK dengan strategi pembangunan daerah, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, pengembangan UMKM, serta evaluasi kebijakan secara berkelanjutan.