Pembelajaran sains di sekolah dasar diharapkan dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan ilmiah, dan sikap siswa sekaligus menumbuhkan kompetensi abad ke-21. Namun pendekatan pengajaran konvensional terus membatasi hasil belajar sains siswa, menyoroti kebutuhan akan model pembelajaran yang lebih hemat pada siswa seperti Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PjBL). Studi ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris Proyek mengenai pengaruh Pembelajaran Berbasis terhadap hasil belajar sains di sekolah dasar. Tinjauan Pustaka Sistematis (Systematic Literature Review/SLR) digunakan mengikuti tahapan yang diusulkan oleh Triandini dkk. Artikel diambil dari Google Cendekia menggunakan perangkat lunak Publish or Perish dengan periode pencarian terbatas pada publikasi dari tahun 2016 hingga 2025. Sebanyak 100 artikel diidentifikasi dan disaring menggunakan kriteria inklusi yang telah ditentukan, menghasilkan 20 penelitian yang memenuhi syarat untuk sintesis kualitatif. Temuan secara konsisten menunjukkan bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek memiliki pengaruh positif terhadap hasil belajar sains siswa sekolah dasar. Selain meningkatkan prestasi akademik, penelitian yang ditinjau menunjukkan bahwa PjBL meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, kreativitas, literasi ilmiah, motivasi belajar, dan partisipasi aktif siswa. Sintesis ini juga mengungkapkan bahwa efektivitas PjBL diperkuat ketika terintegrasi dengan media pembelajaran dan aktivitas proyek otentik yang secara aktif melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Tinjauan ini memberikan bukti komprehensif bahwa Pembelajaran Berbasis Proyek adalah model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar sains di sekolah dasar dan menawarkan praktis bagi guru dalam perencanaan pengajaran sains yang lebih bermakna dan bermakna pada siswa, sekaligus berfungsi sebagai referensi untuk penelitian masa depan tentang implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek.