AJ Didy Surachman
Universitas Pertahanan RI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Peran Kadet Medis Sebagai Pengganda Kekuatan Dalam Penanganan Kegawatdaruratan Pada Situasi Bencana Di Sumatra AJ Didy Surachman; Rahmat Pannyiwi
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1496

Abstract

Latar Belakang: Indonesia merupakan negara yang memiliki risiko bencana cukup tinggi, termasuk di berbagai wilayah Pulau Sumatra. Situasi bencana dapat menyebabkan peningkatan jumlah korban, keterbatasan tenaga kesehatan, gangguan akses pelayanan, serta kebutuhan penanganan kegawatdaruratan yang harus dilakukan secara cepat dan terorganisasi. Namun, peran tersebut memerlukan pengetahuan, keterampilan, koordinasi, dan pemahaman batas kewenangan yang memadai. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kadet medis dalam memberikan respons awal kegawatdaruratan pada situasi bencana serta memperkuat kemampuan mereka dalam mendukung sistem penanganan korban secara aman dan terkoordinasi. Metode: Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan pada kadet medis di lingkungan komunitas/pendidikan di wilayah Sumatra dengan melibatkan 30 peserta. Metode kegiatan meliputi edukasi interaktif, demonstrasi, simulasi kegawatdaruratan, latihan triase sederhana, latihan pertolongan pertama, simulasi evakuasi korban, komunikasi dan koordinasi bencana, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Materi diberikan dengan menekankan prinsip keselamatan penolong, pengenalan kondisi mengancam jiwa, pertolongan pertama sesuai kompetensi, triase awal, evakuasi, komunikasi, dan rujukan. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 61,4 sebelum pelatihan menjadi 87,1 setelah pelatihan. Evaluasi praktik menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan penilaian keselamatan lokasi, mengenali kondisi kegawatdaruratan, melakukan triase sederhana, memberikan pertolongan pertama sesuai kompetensi, serta melakukan komunikasi dan koordinasi dalam simulasi bencana. Kesimpulan: Pelatihan berbasis edukasi, demonstrasi, simulasi, dan latihan praktik dapat meningkatkan kesiapsiagaan kadet medis dalam mendukung penanganan kegawatdaruratan pada situasi bencana. Kadet medis dapat menjadi pengganda kekuatan dalam respons awal apabila memiliki kompetensi yang sesuai, memahami batas kewenangan, mengutamakan keselamatan, dan bekerja secara terkoordinasi dengan tenaga kesehatan serta unsur penanggulangan bencana.