Catur Yunianto
Universitas PGRI Argopuro Jember, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REVITALISASI KEARIFAN LOKAL DALAM TRANSFORMASI TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA AMBULU KABUPATEN JEMBER (STUDI PARTISIPASI MASYARAKAT PADA FESTIVAL KAKI GUNUNG WATU PECAH) Iftihatul Baroroh; Ahmad Fadli; Catur Yunianto
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12890

Abstract

ABSTRACT Social changes and globalization have caused various local traditions to face sustainability challenges due to declining public understanding and involvement, necessitating cultural revitalization efforts through transformations that continue to preserve local wisdom values.. This study aims to analyze the revitalization of local wisdom through the transformation of the Sedekah Bumi tradition into the Festival Kaki Gunung Watu Pecah in Ambulu Village, Jember Regency, and to describe community participation in the festival implementation. This research employed a qualitative approach with a descriptive case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving village government officials, cultural activists, festival organizers, community leaders, and local residents. Data analysis used the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. The findings reveal that the transformation of the Sedekah Bumi tradition into Festival Kaki Gunung Watu Pecah represents a form of local wisdom revitalization that preserves core values such as gratitude, mutual cooperation, togetherness, and social solidarity. The transformation was carried out by adapting the form of cultural activities without eliminating the essential meaning of the tradition. Community participation was evident in the planning, implementation, and evaluation stages of the festival, indicating active involvement in sustaining local cultural heritage. Therefore, strengthening youth participation, improving the festival evaluation system, and developing the festival as a medium for cultural education are important steps to support the sustainability of local traditions. ABSTRAK Perubahan sosial dan arus globalisasi menyebabkan berbagai tradisi lokal menghadapi tantangan keberlanjutan akibat menurunnya pemahaman serta keterlibatan masyarakat, sehingga diperlukan upaya revitalisasi budaya melalui transformasi yang tetap mempertahankan nilai-nilai kearifan local. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi kearifan lokal melalui transformasi tradisi Sedekah Bumi menjadi Festival Kaki Gunung Watu Pecah di Desa Ambulu, Kabupaten Jember, serta mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan festival tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pemerintah desa, pegiat budaya, panitia festival, tokoh masyarakat, serta warga yang terlibat dalam kegiatan festival. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi tradisi Sedekah Bumi menjadi Festival Kaki Gunung Watu Pecah merupakan bentuk revitalisasi kearifan lokal yang tetap mempertahankan nilai syukur, gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas sosial. Perubahan yang terjadi dilakukan melalui penyesuaian bentuk penyelenggaraan tanpa menghilangkan makna utama tradisi. Partisipasi masyarakat terlihat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi festival yang menunjukkan keterlibatan aktif dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Oleh karena itu, peningkatan keterlibatan generasi muda, penguatan sistem evaluasi festival, serta pengembangan festival sebagai media pendidikan budaya lokal perlu terus dilakukan guna mendukung keberlanjutan tradisi di masa mendatang.