Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KOMUNIKASI POSITIF MELALUI PENERAPAN 3S (SENYUM, SAPA, SALAM) PADA PESERTA DIDIK TUNAGRAHITA Ivanna Nadia Limantha; Priska Allysia Maharani; Naila Dwi Amanto; Eka Putri Jayanti; Syafenda Nurhayati; Doddy Salman
Jurnal Serina Abdimas Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v4i2.38008

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi positif peserta didik tunagrahita di SLB-C Wimar Asih melalui penerapan konsep 3S (Senyum, Sapa, Salam). Program dilaksanakan secara luring pada 3 Oktober 2025 dengan metode partisipatif dan interaktif yang menyesuaikan dengan kebutuhan kognitif siswa. Tahapan kegiatan mencakup koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan materi berbasis visual, penyampaian edukatif menggunakan video singkat dan PowerPoint berwarna, serta praktik langsung melalui permainan peran dan aktivitas bermain clay. Pendekatan ini dirancang untuk membantu siswa memahami dan mempraktikkan komunikasi positif secara menyenangkan dan berkelanjutan. Kondisi sebelum kegiatan, sebagian besar siswa di SLB-C Wimar Asih menunjukkan antusiasme yang masih terbatas dalam berinteraksi dan berkomunikasi, dan suasana kelas masih cenderung pasif. Setelah kegiatan, terdapat peningkatan sebesar 60% dalam jumlah siswa yang aktif menyapa dan berinteraksi dengan guru. Siswa terlihat lebih aktif tersenyum, menyapa, dan terlibat dalam kegiatan bermain clay bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan interaksi sosial siswa, yang tampak dari kemampuan mereka dalam menerapkan 3S secara spontan kepada guru, teman sebaya, dan tim pelaksana. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman bermakna bagi mahasiswa pelaksana dalam memahami penerapan komunikasi inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi tim pelaksanaan dalam merancang metode komunikasi yang inklusif dan adaptif terhadap karakteristik peserta didik tunagrahita. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan sosial siswa tunagrahita sekaligus mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang pendidikan yang berkualitas dan inklusif.