Abdul Latif
Universitas Hamwzanwadi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

NILAI-NILAI SOSIAL DAN SPIRITUAL DALAM TRADISI PERANG TOPAT DI DESA LINGSAR Insani Miratillah; Abdul Latif; Moh Ridwan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14699

Abstract

ABSTRACT The diversity of ethnicities, religions, and cultures in Indonesia requires the strengthening of social and spiritual values to maintain harmony within a multicultural society. One form of local wisdom that reflects these values is the Perang Topat Tradition in Lingsar Village, West Lombok, which brings together the Sasak Muslim and Balinese Hindu communities in a shared cultural ritual. This study aims to analyze the social and spiritual values embedded in the Perang Topat Tradition. The study employed a descriptive qualitative approach and was conducted in the Lingsar Temple area. The informants were selected using purposive sampling, involving 14 participants consisting of one traditional leader, two Islamic religious leaders, one Hindu religious leader, two village officials, three members of the Perang Topat organizing committee, and five community members directly involved in the implementation of the tradition. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that the Perang Topat Tradition embodies social values such as tolerance, mutual cooperation, togetherness, and solidarity, which strengthen social cohesion within the multicultural community. In addition, the tradition contains spiritual values reflected in gratitude to God, prayers for blessings, and the strengthening of the relationship between humans and God while maintaining respect for followers of other religions. These findings affirm that the Perang Topat Tradition functions as a medium for preserving local wisdom as well as an embodiment of religious moderation that strengthens interreligious harmony and social cohesion within the community. ABSTRACT Keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia memerlukan penguatan nilai-nilai sosial dan spiritual untuk menjaga kerukunan masyarakat multikultural. Salah satu kearifan lokal yang merepresentasikan nilai tersebut adalah Tradisi Perang Topat di Desa Lingsar, Lombok Barat, yang mempertemukan masyarakat Muslim Sasak dan Hindu Bali dalam satu rangkaian ritual budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai sosial dan spiritual yang terkandung dalam Tradisi Perang Topat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di kawasan Pura Lingsar. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 14 orang, yang terdiri atas 1 orang tokoh adat, 2 orang tokoh agama Islam, 1 orang tokoh agama Hindu, 2 orang perangkat desa, 3 orang panitia penyelenggara Tradisi Perang Topat, dan 5 orang masyarakat yang terlibat secara langsung dalam pelaksanaan tradisi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Perang Topat mengandung nilai sosial berupa toleransi, gotong royong, kebersamaan, dan solidaritas yang memperkuat kohesi masyarakat multikultural. Selain itu, tradisi ini mengandung nilai spiritual berupa rasa syukur kepada Tuhan, doa memohon keberkahan, serta penguatan hubungan manusia dengan Tuhan tanpa mengurangi penghormatan terhadap pemeluk agama lain. Temuan ini menegaskan bahwa Tradisi Perang Topat berfungsi sebagai media pelestarian kearifan lokal sekaligus implementasi moderasi beragama yang memperkuat kerukunan dan keharmonisan masyarakat.