Tania Zahra
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Terminasi Parsial Beasiswa Pemuda Tangguh Pada Siswa SMA Negeri 21 Surabaya Tania Zahra; Naula Mumtaza; Arum Hayu Rengga Puspita
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.906

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis proses terminasi parsial Program Beasiswa Pemuda Tangguh pada siswa SMA Negeri di Kota Surabaya dengan fokus pada SMAN 21 Surabaya. Perubahan kebijakan melalui Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025 mengubah skema bantuan yang sebelumnya berupa uang tunai sebesar Rp200.000 per bulan menjadi bantuan non-tunai berupa seragam dan sepatu bagi siswa SMA negeri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara mendalam terhadap tujuh informan yang terdiri atas satu staf Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Surabaya dan enam siswa SMAN 21 Surabaya. Analisis dilakukan menggunakan lima indikator Teori Terminasi Parsial Geva-May, yaitu perubahan administrasi atau pemerintahan, delegitimasi matriks ideologis, kekhawatiran terhadap inefisiensi dan inefektivitas, munculnya jendela peluang, serta periode turbulensi atau krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan skema bantuan merupakan bentuk terminasi parsial yang dipengaruhi oleh evaluasi pemerintah terhadap penggunaan bantuan tunai yang dinilai belum sepenuhnya efektif, perubahan orientasi distribusi bantuan, serta tersedianya skema bantuan pendidikan alternatif yang lebih terkontrol. Namun, perubahan tersebut belum disertai sosialisasi dan masa transisi yang memadai. Kondisi ini menimbulkan kebingungan dan kecemasan bagi penerima manfaat serta berpotensi meningkatkan beban ekonomi siswa dari keluarga kurang mampu di tengah kenaikan biaya hidup. Penelitian ini menegaskan bahwa terminasi parsial kebijakan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan efisiensi administratif, tetapi juga perlu mempertimbangkan kecukupan bantuan, kesiapan penerima manfaat, dan keberlanjutan akses pendidikan.