Agung Purnama
UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FRAMING OF THE 1919 CIMAREME INCIDENT: AN ANALYSIS OF H. HASAN ARIF’S REPORTING IN DUTCH NEWSPAPERS Siti Hanifah Firdaus; Amung Ahmad Syahir Muharam; Agung Purnama
Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan Vol 7 No 1 (2026): Jazirah: Jurnal Peradaban dan Kebudayaan (Agustus 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Adab dan Budaya Islam Riyadul 'Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51190/jazirah.v7i1.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberitaan tewasnya H. Hasan Arif dalam surat kabar Belanda tahun 1919 serta mengungkap strategi wacana yang digunakan oleh media kolonial dalam membingkai peristiwa tersebut. Peristiwa Cimareme tahun 1919 terjadi akibat penolakan masyarakat terhadap kebijakan wajib penjualan padi secara paksa yang memberatkan petani di tengah krisis pangan akibat dampak Perang Dunia I. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang meliputi tahap heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi, yang diperkuat dengan teori pembingkaian Robert Entman, konsep orientalisme Edward Said, dan perspektif komunikasi politik Herbert Schiller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pola pembingkaian yang sistematis dan seragam: surat kabar membagi pemberitaan menjadi tiga tahap, yaitu penyederhanaan masalah, pembenaran tindakan represif, dan reduksi peristiwa menjadi kasus hukum semata. Media secara konsisten melabeli H. Hasan Arif sebagai pemberontak dan fanatik agama, sekaligus menutup akses terhadap narasi pihak lain untuk membenarkan kekuasaan kolonial. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan mengungkapkan mekanisme kerja media kolonial sebagai alat hegemoni, sehingga memperkaya pemahaman sejarah mengenai bagaimana narasi perlawanan dikonstruksi untuk kepentingan penguasa.