Rohmad Kafidzin
Program Studi DIII – Manajemen Logistik, Politeknik Rukun Abdi Luhur, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengendalian Persediaan Spare Part Honda Genuine Part dengan Analisisi Klasifikasi Persediaan, Safety Stock, Minimum dan Maksimum Stock melalui Integrasi ABC-FSN dan Metode Min-Max di AHASS Arie Indah Motor Kudus Rohmad Kafidzin; Hikmah Sekarningtyas; Tamara Latifah Jasmine
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2717

Abstract

Pengelolaan persediaan spare part yang optimal adalah tuntutan bagi bisnis bengkel resmi sepeda motor, mengingat kelebihan maupun kekurangan stok akan berdampak pada biaya dan mutu pelayanan. Di Ahass Arie Indah Motor, pengelolaan persediaan selama ini belum didasarkan pada pengelompokan spare part menurut nilai konsumsi dan pola pergerakannya. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi spare part yang menjadi prioritas pengendalian melalui integrasi klasifikasi ABC dan FSN, kemudian menetapkan parameter persediaan menggunakan metode Min–Max. Data dikumpulkan dan diolah melalui pendekatan deskriptif kuantitatif yang memadukan observasi dan wawancara sebagai data primer dan dengan mengambil data riwayat persediaan, riwayat pengeluaran barang, harga satuan dan lead time untuk periode Januari - Desember 2025 sebagai data sekunder. Dari 353 sparepart Honda Genuine Part (HGP) yang dianalisis, klasifikasi ABC menempatkan 33 item pada kategori A dengan kontribusi 79,47% dari total nilai konsumsi persediaan, sedagkan klasifikasi FSN mengelompokkan spare part ke dalam kategori fast moving (84 item, 23,8%), slow moving (13 item, 3,7%), dan non moving (256 item, 72,6%). Integrasi kedua metode tersebut, menyaring 33 spare part pada kombinasi kategori A–Fast Moving sebagai prioritas pengendalian. Selanjutnya nilai nilai safety stock, minimum stock, dan maximum stock kelompok prioritas ini akan dihitung menggunakan metode Min-Max yang disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan dan lead time masing-masing item. Sebagai contoh untuk spare part Aki GTZ6V (31500-KZR-602) dengan lead time 12 hari, setelah dilakukan perhitungan menghasilkan nilai Safety Stock 3 unit, Min-Stock 7 unit dan Max-stock 19. Hasil ini mengkonfirmasi bahwa integrasi metode ABC–FSN dan Min–Max mampu menjadi landasan penyusunan kebijakan persediaan yang lebih efektif untuk spare part katogori A-Fast Moving, sehingga ketersediaan spare part kategori tersebut tetap terjaga sekaligus menekan risiko stockout dan overstock.