Maria Yasinta Luruk
Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan, Kelautan dan Periknan, Universitas Nusa Cendana, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kelayakan Usaha Ternak Sapi Potong di Kabupaten Nagekeo Alexandro Rama; Maria Yasinta Luruk; Morin Mediviani Sol’uf; Maria Krova
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 6 No 3 (2026): JUPIN Agustus 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.2724

Abstract

Kabupaten Nagekeo merupakan salah satu wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak sapi karena didukung ketersediaan padang penggembalaan, kondisi agroekologi yang sesuai, dan budaya beternak masyarakat. Namun, penurunan populasi sapi dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa potensi tersebut belum diimbangi pengelolaan usaha yang optimal. Keterbatasan pemeliharaan, penyediaan pakan, reproduksi, kesehatan ternak, dan pemasaran dapat memengaruhi produktivitas, pendapatan, dan kelayakan finansial usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan tunai dan kelayakan usaha ternak sapi di Kabupaten Nagekeo. Penentuan contoh dilakukan melalui purposive sampling pada tingkat kecamatan dan desa/kelurahan berdasarkan populasi ternak dan akses pasar, serta non-proportional random sampling terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui survei, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis meliputi input-output dan kelayakan usaha menggunakan R/C, B/C, PBP, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan tunai usaha ternak sapi sebesar Rp1.204.115 per tahun, sedangkan pendapatan atas biaya total sebesar Rp18.889.368 per tahun. Perbedaan tersebut disebabkan pendapatan tunai hanya memperhitungkan penerimaan dan biaya yang dibayarkan secara tunai, sedangkan pendapatan atas biaya total mencakup seluruh biaya produksi, termasuk tenaga kerja keluarga dan pakan dari sumber daya sendiri. Nilai R/C sebesar 1,71, B/C 0,71, PBP 2,22 tahun, BEP 0,50 Satuan Ternak, dan BEP rupiah Rp3.609.735 menunjukkan usaha layak secara finansial. Hasil ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha dapat diarahkan pada peningkatan efisiensi pemeliharaan, penyediaan pakan, pengelolaan biaya, dan pemasaran untuk meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan usaha peternak.