Pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis diwajibkan membatasi asupan cairan untuk mencegah penumpukan ureum dan kreatinin. Pembatasan ini sering menimbulkan keluhan rasa haus yang mengganggu kenyamanan pasien. Intervensi sederhana seperti berkumur dengan air matang atau mengulum es batu dapat digunakan sebagai strategi nonfarmakologis untuk mengurangi rasa haus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas berkumur dengan air matang dibandingkan dengan mengulum es batu terhadap tingkat haus pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan two-group pre-post test design. Sampel sebanyak 36 pasien diperoleh melalui teknik purposive sampling dan dibagi menjadi dua kelompok: 18 orang kelompok eksperimen (kumur air matang) dan 18 orang kelompok kontrol (mengulum es batu). Instrumen penelitian berupa lembar ceklis skala kategorikal tingkat haus. Analisis data dilakukan secara univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon serta Mann-Whitney. Hasil penelitian diperoleh sebelum intervensi. Lebih dari setengah pasien pada kelompok kumur air matang mengalami haus (55,6%), sedangkan pada kelompok es batu kurang dari setengahnya haus (44,4%). Setelah intervensi, 38,9% pasien pada kelompok kumur air matang tidak haus, sementara pada kelompok es batu 33,3% pasien masih mengalami haus maupun tidak haus. Terdapat pengaruh signifikan berkumur air matang terhadap penurunan rasa haus (p = 0,000) dan mengulum es batu (p = 0,009). Analisis perbandingan menunjukkan adanya perbedaan tingkat haus antara kedua intervensi (p = 0,007), dengan hasil bahwa berkumur air matang lebih efektif dibandingkan dengan mengulum es batu. Intervensi berkumur air matang maupun mengulum es batu dapat menurunkan rasa haus melalui stimulasi gerakan mulut, lidah, dan pipi yang merangsang produksi saliva sehingga mengurangi persepsi haus. Namun, berkumur dengan air matang terbukti lebih efektif dan dapat dijadikan alternatif intervensi standar dalam penanganan keluhan haus pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis. Kata Kunci: Berkumur Air Matang, Hemodialisis, Mengulum Es Batu.