Bima Aditya
Universitas Teknokrat Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Akurasi Klasifikasi Risiko Serangan Jantung Menggunakan Feature Selection dan Random Forest dengan Pendekatan Cross Validation Bima Aditya; Erliyan Redi Susanto
Journal of Artificial Intelligence and Technology Information (JAITI) Vol. 4 No. 3 (2026): Volume 4 Number 3 September 2026 (Issue in Progress)
Publisher : PT. Tech Cart Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58602/jaiti.v4i3.289

Abstract

Penyakit kardiovaskular, khususnya serangan jantung, menyumbang beban morbiditas dan mortalitas tertinggi di Indonesia, namun pengembangan model prediktif berbasis machine learning untuk skrining dini menghadapi tantangan fundamental berupa ketidakseimbangan kelas (class imbalance), dimensionalitas fitur tinggi, serta risiko overfitting pada evaluasi konvensional. Penelitian ini bertujuan membangun pipeline klasifikasi yang sistematis dengan menangani ketidakseimbangan data, mereduksi redundansi fitur, dan mengevaluasi generalisasi model secara robust. Dataset Heart Attack Prediction Indonesia terdiri dari 158.355 sampel dengan 27 fitur prediktor. Tahapan metodologi meliputi prapemrosesan data, penyeimbangan kelas menggunakan Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) kustom dengan k-nearest neighbors = 5, seleksi fitur dua-tahap berbasis Mutual Information dan Random Forest Feature Importance dengan SelectFromModel, serta pelatihan model Random Forest yang dioptimasi melalui penyetelan hyperparameter. Evaluasi performa dilakukan dengan Stratified 5-Fold Cross-Validation menggunakan metrik accuracy, precision, recall,F1-score, dan ROC-AUC. Hasil menunjukkan bahwa SMOTE berhasil menyeimbangkan distribusi kelas menjadi 94.854 sampel per kelas (rasio 1:1), sementara seleksi fitur mereduksi 27 fitur menjadi 13 fitur terpilih yang klinis relevan. Evaluasi pada data full resampled menghasilkan performa mendekati sempurna (ROC-AUC 0,9997), namun Stratified 5-Fold Cross-Validation mengungkapkan estimasi yang lebih realistis dengan rata-rata accuracy 0,7758, precision 0,7943, recall 0,7444, F1-score 0,7685, dan ROC-AUC 0,8721. Temuan ini mengidentifikasi generalization gap sebesar ~21,5 poin persentase yang mengindikasikan adanya data leakage struktural akibat implementasi SMOTE sebelum validasi silang. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada demonstrasi pipeline end-to-end yang mengintegrasikan teknik resampling,seleksi fitur berbasis domain, dan evaluasi robust, sekaligus memberikan argumentasi kritis mengenai interpretasi metrik pada data sintetis dan perlunya estimasi performa berbasis cross-validation sebagai acuan klinis yang lebih valid.