Sarminanto
Dosen Program Studi Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sikap Keuangan Dan Kinerja Keuangan UMKM : Peran Mediasi Perilaku Keuangan Pelaku Sentra Batik Di Provinsi Papua John Agustinus; Sarminanto; Najarudin Toatubun
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 18 No 2 (2026): JEB Vol 18 No 2 Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/aas56427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sikap keuangan terhadap kinerja keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan perilaku keuangan sebagai variabel mediasi pada pelaku sentra batik di Provinsi Papua. Sentra batik Papua menghadapi karakteristik usaha yang khas, terutama tingginya biaya logistik dalam rantai pasok dan terbatasnya akses terhadap lembaga keuangan formal. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan keuangan yang efektif dan disiplin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif. Populasi penelitian mencakup seluruh pemilik atau pengelola UMKM kerajinan batik di Provinsi Papua, sedangkan sampel ditentukan denganteknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan secara langsung dan daring. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM)dengan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku keuangan. Perilaku keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan usaha. Selain itu, perilaku keuangan terbukti memediasi secara parsial hubungan antara sikap keuangan dan kinerja keuangan. Temuan ini menegaskan bahwa sikap keuangan yang positif perlu diwujudkan melalui pencatatan transaksi, penyusunan anggaran, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta pengendalian biaya operasional. Pemerintah daerah disarankan memperkuat pelatihan literasi dan pengelolaan keuangan berbasis digital bagi perajin batik di Papua untuk mendukung keberlanjutan usaha berbasis budaya.