Verdi Payung Tappi
Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Provinsi Papua Periode 2020-2024 Verdi Payung Tappi
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 18 No 2 (2026): JEB Vol 18 No 2 Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55049/mhw5ev62

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua selama 2020–2024 serta mengidentifikasi kendala struktural dalam realisasi investasi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung interpretasi kualitatif terhadap data sekunder dari instansi penanaman modal dan statistik. Data PMDN ditransformasikan dalam bentuk logaritmik dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana sebagai analisis eksploratif. PMDN meningkat dari Rp26,546 triliun pada 2020 menjadi Rp46,260 triliun pada 2024, sedangkan pertumbuhan ekonomi berfluktuasi dari 2,32% pada 2020, mencapai 15,11% pada 2021, kemudian menurun menjadi 4,11% pada 2024. Koefisien PMDN bernilai positif sebesar 0,452, tetapi tidak signifikan secara statistik (p = 0,791). Koefisien korelasi sebesar 0,165 dan R² sebesar 0,027 menunjukkan bahwa PMDN hanya menjelaskan 2,7% variasi pertumbuhan ekonomi yang teramati. Realisasi investasi juga dipengaruhi perizinan dan koordinasi antarinstansi, infrastruktur dan logistik, hak ulayat, keamanan, tenaga kerja terampil, akses pasar, serta keberlanjutan operasional perusahaan. Temuan menunjukkan bahwa peningkatan nominal investasi tidak otomatis menghasilkan penguatan pertumbuhan ekonomi jangka pendek. Kebijakan perlu menekankan kualitas investasi, keterkaitan ekonomi lokal, kepastian hukum, infrastruktur, dan fasilitasi proyek. Karena analisis hanya menggunakan lima observasi tahunan dan cakupan administratif Papua berubah selama periode penelitian, hasil regresi harus dipahami sebagai temuan eksploratif, bukan hubungan kausal.