Maria Asumpta Evi Marlina
Program Studi Akuntansi, Universitas Ciputra, Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GROWTH OPPORTUNITIES DALAM MEMODERASI PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PERUSAHAAN CONSUMER NON-CYCLICALS Gracia Irawan; Maria Asumpta Evi Marlina
ANALISA : JURNAL MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol 14 No 2 (2026): Agustus 2026 (in press)
Publisher : Fakultas Ekonomi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62734/analisa.v14i2.980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas dengan growth opportunities sebagai variabel moderasi pada perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024. Kondisi pasca pandemi COVID-19 yang berdampak pada kinerja bisnis dan menciptakan ketidakpastian ekonomi merupakan pendorong utama penelitian ini. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh 313 data observasi. Struktur modal diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), profitabilitas menggunakan Return on Assets (ROA), dan growth opportunities menggunakan Market to Book Ratio (MTB). Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER secara signifikan dan negatif memengaruhi ROA. Hal ini menyiratkan bahwa penggunaan utang yang tinggi cenderung menurunkan profitabilitas perusahaan. Selain itu, growth opportunities berpengaruh positif terhadap profitabilitas, namun dalam perannya sebagai variabel moderasi justru memperlemah hubungan antara DER dan ROA. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan dengan peluang pertumbuhan tinggi lebih sensitif terhadap risiko leverage. Penelitian ini menggarisbawahi perlunya manajemen struktur modal yang optimal untuk memungkinkan perusahaan mempertahankan profitabilitas dan fleksibilitas keuangan di periode pasca-pandemi.