Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi sumber daya manusia (SDM), sistem akuntansi keuangan daerah, dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 126 aparatur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlibat langsung dalam penyusunan dan pelaporan keuangan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan terlebih dahulu melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta pengujian Common Method Bias (CMB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dengan kontribusi sebesar 95,1%. Sistem akuntansi keuangan daerah juga berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 96,2%, sedangkan pemanfaatan teknologi informasi berpengaruh positif dan signifikan dengan kontribusi sebesar 94,1%. Namun, pada pengujian simultan hanya sistem akuntansi keuangan daerah yang tetap menunjukkan pengaruh signifikan secara parsial, sedangkan kompetensi SDM dan pemanfaatan teknologi informasi tidak lagi signifikan akibat tingginya interkorelasi antarvariabel. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pemerintah daerah dengan koefisien determinasi sebesar 96,7%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar variasi kualitas laporan keuangan dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa sistem akuntansi keuangan daerah merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kualitas laporan keuangan pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.