Pola makan mencerminkan kebiasaan seseorang dalam memilih dan mengonsumsi makanan setiap hari. Pada pemain game online, kebiasaan tersebut dapat berubah menjadi tidak sesuai akibat lamanya waktu bermain sehingga berdampak pada kesehatan, gizi, dan prestasi belajar. Pola makan yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko anemia, status gizi yang kurang optimal, serta menurunkan prestasi akademik. Di SMA Negeri 1 Nabire terdapat 304 siswa (40,05%) yang aktif bermain game online, menunjukkan tingginya proporsi pemain. Sekolah ini belum pernah melakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb) dan penilaian status gizi secara menyeluruh, sehingga data kesehatan siswa masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik responden dan menganalisis hubungan pola makan dengan risiko anemia, status gizi, dan prestasi belajar siswa pemain game online di SMA Negeri 1 Nabire. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Sampel sebanyak 75 siswa ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher Exact dan Chi-Square melalui SPSS versi 16.0. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 16–18 tahun, laki-laki, kelas X, memiliki durasi bermain sedang, waktu tidur tidak sehat, pekerjaan orang tua wirausaha, melakukan lebih dari satu kegiatan, tidak mengonsumsi tablet tambah darah, dan tidak memiliki riwayat penyakit. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara pola makan dengan risiko anemia (ρ=0,848; OR=1,096) maupun status gizi (ρ=0,380), namun terdapat hubungan signifikan dengan prestasi belajar (ρ=0,049). Disimpulkan bahwa hanya prestasi belajar dipengaruhi oleh pola makan.