Anastasia Rodiatul Isma
Faculty of Animal and Agriculture, Diponegoro University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Supply Chain Management Beras di Gudang Bulog Kedungrejo Kabupaten Rembang Anastasia Rodiatul Isma
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.23631

Abstract

Penelitian bertujuan menganalisis struktur jaringan, dan supply chain beras dari mitra pengadaan sampai ke tangan konsumen dan menganalisis kinerja supply chain beras menggunakan supply chain operation reference (SCOR). Penelitian dilakukan di Gudang Bulog Kedungrejo Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive kepada 15 informan meliputi mitra pengadaan, pegawai Gudang Bulog Kedungrejo, retailer, dan konsumen akhir. Variabel yang digunakan adalah lima proses inti supply chain meliputi plan, source, make, deliver, dan return. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif, metode analisis deskriptif menganalisis struktur, jaringan, dan supply chain management. Analisis kinerja supply chain menggunakan supply chain operation reference (SCOR) dengan atribut reliability, flexibility, responsiveness, asset management, dan cost. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku kegiatan supply chain beras di Gudang Bulog Kedungrejo terdiri dari Gudang Bulog Kedungrejo, mitra pengadaan, retailer, Rumah Pangan Kita, dan konsumen dengan aliran produk, keuangan, serta informasi yang saling berkaitan. Hasil pengukuran kinerja supply chain management beras pada atribut reliability, flexibility, dan responsiveness telah mencapai posisi kinerja superior. Pada atribut asset management mencapai posisi superior pada matrik cash to cash cycle time dan mencapai posisi advantage pada matrik persediaan harian, sementara atribut cost berada pada posisi gap parity. Perlu adanya perbaikan pada indikator kerja yang berada dalam kategori advantage dan gap parity untuk mengoptimalkan supply chain management.