muhammad aidil faras
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Mitigasi Risiko Produksi Sayuran Hijau Hidroponik di Griya Hijau Hidroponik Bandung muhammad aidil faras; Tuti Karyani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25069

Abstract

Griya Hijau Hidroponik (GHH) merupakan pelaku usaha sayuran hidroponik di Kota Bandung yang memproduksi kangkung, selada, pakcoy, dan bayam. Fluktuasi dan penurunan produksi yang terjadi secara konsisten mengindikasikan adanya risiko dalam proses produksi yang berpotensi menimbulkan kerugian berkelanjutan apabila tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko dan sumber risiko, menentukan prioritas sumber risiko, serta menetapkan strategi mitigasi risiko yang paling efektif dan efisien pada proses produksi sayuran hijau hidroponik di GHH. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur, observasi langsung, studi pustaka, dan dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode House of Risk (HOR) fase 1 dan fase 2 untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menentukan prioritas mitigasi risiko. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 11 kejadian risiko dan 11 sumber risiko pada proses produksi. Risiko dengan tingkat keparahan tertinggi adalah tanaman mati saat pertumbuhan dan kekurangan jumlah produksi. Berdasarkan diagram Pareto, enam sumber risiko prioritas adalah serangan jamur, kurang lubang tanam, kelalaian SDM, serangan ulat, fasilitas tidak steril, dan kurang sinar matahari. Strategi mitigasi yang paling efektif berdasarkan nilai ETDk tertinggi adalah sanitasi dan sterilisasi fasilitas secara terjadwal, diikuti evaluasi berbasis SOP dan penguatan kapasitas SDM, penerapan pengendalian hama dan penyakit terpadu, optimalisasi intensitas cahaya dan iklim mikro, serta optimalisasi infrastruktur produksi.