Agus Supriatna
Institut Pemerintahan Dalam Negeri, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TRANSFORMASI SOSIAL DAN STRATEGI MANAJERIAL DALAM PENGELOLAAN KEBAKARAN: STUDI PERBANDINGAN DI WILAYAH RAWAN BENCANA Agus Supriatna; Iwan Duwila; Godlif Sianipar; Muhamad Hidayat
KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen Vol. 7 No. 2 (2026): KOMITMEN: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : FEBI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jim.v7i2.58373

Abstract

Risiko kebakaran di wilayah rawan bencana semakin meningkat akibat perubahan iklim dan aktivitas antropogenik, seperti pembukaan lahan ilegal dan lemahnya penegakan hukum, khususnya di Indonesia, Brasil, dan Australia. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan pustaka dan analisis isi tematik untuk mengeksplorasi dinamika transformasi sosial dan strategi manajerial dalam pengelolaan kebakaran melalui studi perbandingan lintas kasus. Transformasi sosial didorong oleh partisipasi warga dan keterlibatan aktor lokal yang mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan teknologi modern, seperti program Masyarakat Peduli Api di Indonesia yang berhasil menurunkan jumlah kejadian kebakaran hingga 40%, serta program FireWise di Australia yang mempercepat kesadaran kolektif. Namun, keberhasilan upaya tersebut terhambat oleh adanya kepentingan yang saling bertentangan, seperti ekspansi perkebunan, serta lemahnya struktur kelembagaan, terutama di Indonesia dan Brasil. Strategi co-management dan Community-Based Fire Management (CBFiM) terbukti lebih adaptif dibandingkan pendekatan teknokratis yang tersentralisasi, yang sering kali tidak berhasil di wilayah Sub-Sahara Afrika. Lembaga manajerial yang responsif, seperti yang ada di Australia, mendukung kebijakan yang inklusif, sedangkan sistem yang hierarkis di Amerika Latin justru menghambat proses adaptasi. Ketahanan komunitas bergantung pada pemberdayaan warga, distribusi sumber daya yang adil, dan tata kelola kolaboratif, menjadikan transformasi sosial dan pendekatan berbasis komunitas sebagai kunci utama dalam pengelolaan kebakaran yang berkelanjutan.