RITA MAGDALENA SIMBOLON
Program Studi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi Institut Teknologi Sawit Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Kompetensi Pengguna Digital Farming terhadap Efektivitas Pelaporan TBS Kelapa Sawit di PTPN IV Regional II Kebun Adolina RITA MAGDALENA SIMBOLON; Tuty Ningsih
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.25214

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan sistem pelaporan data produksi pada sektor perkebunan kelapa sawit dari metode manual menuju sistem berbasis aplikasi. Salah satu implementasinya adalah penggunaan aplikasi Digital Farming yang keberhasilannya dipengaruhi oleh kompetensi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi pengguna Digital Farming terhadap efektivitas pelaporan Tandan Buah Segar (TBS) ( Elaeis guineensis Jacq.) di PTPN IV Regional II Kebun Adolina. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 40 responden yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Kompetensi pengguna diukur melalui dimensi pengetahuan, pemahaman, keterampilan, sikap, dan minat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kompetensi pengguna berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pelaporan TBS (Fhitung = 16,692; Sig. = 0,000) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,711. Secara parsial keterampilan (Sig. = 0,008) dan sikap (Sig. = 0,003) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan pengetahuan (Sig. = 0,109) dan pemahaman (Sig. = 0,127) tidak berpengaruh signifikan. Sementara itu, minat berpengaruh signifikan dengan arah hubungan negatif (Sig. = 0,014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pelaporan TBS lebih dipengaruhi oleh kemampuan operasional dan sikap pengguna dalam memanfaatkan teknologi digital dibandingkan pengetahuan dan pemahaman teoritis. Oleh karena itu, peningkatan keterampilan teknis dan kemampuan adaptasi pengguna perlu menjadi perhatian dalam mendukung keberhasilan penerapan Digital Farming di lingkungan perkebunan.