Hery Setiyawan
Jurusan Agribisnis, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Risiko Produksi Bunga Anggrek Bulan dan Dendrobium di Raja Bunga Anggrek Kabupaten Semarang Rinanti Amelia Rizky Santosa; Hery Setiyawan; Dinda Ayu Sekarnurani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24290

Abstract

Orchids are one of the most widely cultivated ornamental plants in Indonesia. Raja Bunga Anggrek is one of the largest orchid producers with high demand in Semarang Regency. Fluctuating production output indicates a high level of production risk. The objective of this study is to identify the occurrence and sources of risk in orchid cultivation activities and to analyze the priorities for risk management in orchid production activities at Raja Bunga Anggrek in Semarang Regency. The research location was selected purposively, considering that Raja Bunga Anggrek is one of the largest orchid producers in Semarang Regency. The research method employed a case study with a quantitative approach. Key informants were selected using a purposive method, resulting in 6 key informants. This study utilized both primary and secondary data. Primary data were derived from questionnaire-based interviews with respondents and observations, while secondary data were obtained from the company’s annual reports. The analytical methods used in this study were the Coefficient of Variation (CV) and the House of Risk (HOR). The CV value was 6%, indicating that the risk level is classified as moderate. HoR Phase 1 indicates there are 19 events and 8 risk sources. Five risk sources are prioritized and require risk management strategies. The resulting production risk management strategies, in order of priority, are: optimizing plant care (PA1), using alternative raw materials (PA2), performance evaluation (PA6), reducing watering frequency (PA4), post-harvest pruning (PA5), and removing shade nets (PA3) at Raja Bunga Anggrek in Semarang Regency, ranked based on ETD values with the highest and lowest rankings being PA1 and PA3, respectively.Keywords: Orchids, House of Risk, Mitigation, Risk.
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Loyalitas Konsumen Pada Agrowisata Melon Premium di Akaruku Hydrofarm Cisauk Tangerang Haikal Pranadya; Hery Setiyawan; Migie Handayani
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i2.24047

Abstract

Agrowisata merupakan integrasi antara sektor pertanian dan pariwisata yang menawarkan pengalaman rekreasi sekaligus edukasi kepada pengunjung. Persaingan antar destinasi agrowisata menuntut pengelola untuk menerapkan strategi pemasaran yang efektif guna mempertahankan loyalitas konsumen. Akaruku Hydrofarm Cisauk sebagai agrowisata melon premium menghadapi fluktuasi jumlah kunjungan dan persaingan dengan destinasi wisata sejenis di wilayah Kabupaten Tangerang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap loyalitas konsumen di Akaruku Hydrofarm Cisauk. Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 dengan menggunakan metode survei. Data yang digunakan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengelola serta penyebaran kuesioner kepada 150 responden yang pernah berkunjung dan membeli melon premium minimal dua kali. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik konsumen didominasi oleh usia produktif dengan tujuan kunjungan rekreasi dan edukasi. Penerapan bauran pemasaran di Akaruku Hydrofarm secara umum telah berjalan dengan baik. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa variabel people, process, dan physical evidence berpengaruh signifikan terhadap loyalitas konsumen, sedangkan variabel product, price, place, dan promotion tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas sumber daya manusia, kelancaran proses pelayanan, serta kondisi fasilitas fisik menjadi faktor utama dalam meningkatkan loyalitas konsumen.