Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Net Stable Funding Ratio (NSFR) (X) terhadap Return on Assets (ROA) (Y) dengan Bank Size (Z1) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) (Z2) sebagai variabel intervening pada bank konvensional KBMI 4 di Indonesia periode 2017–2025. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pengelolaan stabilitas pendanaan jangka panjang, kecukupan modal, dan ukuran bank dalam menjaga profitabilitas perbankan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keuangan publikasi, dan laporan implementasi Basel III masing-masing bank. Sampel penelitian terdiri dari empat bank konvensional KBMI 4, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Central Asia Tbk., dengan total 36 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NSFR berpengaruh tidak signifikan terhadap ROA dan Bank Size, sedangkan NSFR berpengaruh signifikan terhadap CAR. Bank Size berpengaruh tidak signifikan terhadap ROA, sedangkan CAR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hasil pengujian pengaruh tidak langsung menunjukkan bahwa Bank Size dan CAR tidak mampu memediasi pengaruh NSFR terhadap ROA. Model penelitian memiliki nilai R² ROA sebesar 0,411 yang berarti NSFR, Bank Size, dan CAR mampu menjelaskan variasi ROA sebesar 41,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa profitabilitas bank konvensional KBMI 4 lebih kuat berkaitan dengan kecukupan modal dibandingkan stabilitas pendanaan dan ukuran bank.