Gunawan Fijratullah Amri
Departemen Teknik Sipil FT UNP

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemetaan Zona Rawan Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Nagari Maninjau, Kabupaten Agam Gunawan Fijratullah Amri; Faisal Ashar
Jurnal Applied Science in Civil Engineering Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Applied Science in Civil Engineering
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/3ceb4y49

Abstract

Tanah longsor merupakan salah satu bencana geologi yang sering terjadi pada daerah dengan morfologi berbukit, curah hujan tinggi, serta kondisi tanah dan batuan yang rentan terhadap ketidakstabilan lereng. Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat, memiliki karakteristik geomorfologi berupa kawasan kaldera yang dikelilingi lereng terjal sehingga berpotensi mengalami kejadian longsor. Penelitian ini bertujuan menyusun zonasi kerawanan tanah longsor menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui metode Weighted Overlay. Analisis dilakukan dengan memanfaatkan empat parameter utama, yaitu kemiringan lereng yang diturunkan dari DEMNAS, curah hujan dari CHIRPS, penggunaan lahan dari ESA WorldCover, serta jenis tanah dari SoilGrids. Setiap parameter direklasifikasi menjadi lima tingkat kerawanan, kemudian diberikan bobot masing-masing sebesar 40% untuk kemiringan lereng, 30% untuk curah hujan, 20% untuk jenis tanah, dan 10% untuk penggunaan lahan sebelum diproses menggunakan ArcGIS 10.8. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah penelitian terdiri atas kelas kerawanan rendah seluas 2.393,62 ha, sedang 5.835,76 ha, tinggi 5.891,44 ha, dan sangat tinggi 47,00 ha. Kawasan Danau Maninjau seluas 9.878,18 ha tidak termasuk dalam analisis karena merupakan badan air. Zona kerawanan tinggi menjadi kategori yang paling luas dengan proporsi sekitar 41,58% dari total wilayah daratan. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar kawasan daratan Nagari Maninjau memiliki tingkat kerentanan longsor yang relatif tinggi. Peta zonasi yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan strategi mitigasi, evaluasi pemanfaatan ruang, serta pendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan wilayah rawan bencana oleh Pemerintah Kabupaten Agam dan BPBD