Penelitian ini bertujuan menganalisis performa sensor beban (load cell) pada mesin prototipe uji puntir berbasis Arduino dalam mengukur gaya puntir pada berbagai jenis material. Sistem mikrokontroler untuk pengujian material berkembang karena menawarkan kemudahan, efisiensi biaya, dan pengolahan data real-time, namun penelitian mengevaluasi performa load cell pada uji puntir dibandingkan alat standar masih terbatas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian langsung pada tiga spesimen, yaitu Baja ST-41, Stainless Steel SUS-304, dan kuningan, masing-masing berdiameter 5 mm. Sistem pengujian terdiri atas sensor load cell berkapasitas 350 kg terintegrasi Arduino Uno dan modul penguat sinyal HX711, dikalibrasi sebelum pengujian untuk memastikan keakuratan pengukuran. Setiap spesimen diuji tiga kali dengan pembebanan maksimum 750 N. Data dianalisis berdasarkan momen puntir, sudut puntir, dan akurasi pembacaan sensor, dibandingkan dengan perhitungan teoritis dan data alat uji standar. Hasil menunjukkan sensor load cell bekerja baik dengan pembacaan stabil sepanjang pengujian. Nilai rata-rata momen puntir pada Baja ST-41 sebesar 6,60 N·m, Stainless Steel SUS-304 sebesar 9,01 N·m, dan kuningan sebesar 4,76 N·m. Pembacaan sensor memiliki tingkat kemiripan terhadap data alat uji standar sebesar 81,82% pada Baja ST-41, 96,67% pada Stainless Steel SUS-304, dan 88,15% pada kuningan. Perbedaan pengukuran aktual dan perhitungan teoritis dipengaruhi kondisi pengujian seperti gesekan mekanis, karakteristik material, kekakuan rangka, serta kalibrasi sensor. Sensor load cell terintegrasi Arduino Uno dan modul HX711 terbukti berperforma baik, memberikan hasil representatif, serta layak digunakan sebagai sistem pengukuran digital prototipe uji puntir skala laboratorium. Implikasi praktisnya adalah tersedianya alternatif sistem pengukuran ekonomis dan akurat untuk praktikum dan penelitian pengujian material.