Syaira Premacandrika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS TINGGI SEKOLAH DASAR: STUDI LITERATUR Irwanda Putri Aryanti; Ghaitsa Mahira Shafa; Sonia Griselda Wibowo; Syaira Premacandrika; Muhammad Nurrohman Jauhari
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 8 (2026): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 8 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya kemampuan membaca siswa kelas tinggi sekolah dasar masih menjadi permasalahan yang memengaruhi prestasi akademik dan kemampuan literasi. Berbagai penelitian telah mengkaji faktor penyebabnya, tetapi hasilnya masih tersebar sehingga diperlukan sintesis yang lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab rendahnya kemampuan membaca siswa kelas tinggi sekolah dasar melalui studi literatur. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menelaah 20 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2021–2026 dan diperoleh dari Google Scholar, Garuda, serta Semantic Scholar. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahap identifikasi, pengelompokan, dan sintesis tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya kemampuan membaca dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, minat baca, kemampuan dasar membaca, konsentrasi, dan kepercayaan diri. Sementara itu, faktor eksternal meliputi kurangnya pendampingan orang tua, rendahnya budaya literasi di rumah, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, keterbatasan fasilitas literasi sekolah, serta pengaruh lingkungan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan membaca memerlukan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan melalui pembelajaran yang efektif serta penguatan budaya literasi agar kemampuan membaca siswa berkembang secara optimal.