Musthika Wida Mashitah
Departemen Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS dr. Soepraoen, Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Desa Paku, Sulawesi Utara Mastia Tongkinoto; Musthika Wida Mashitah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1487

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah status gizi yang kurang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Paku, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 remaja putri yang dipilih secara total sampling. Status gizi berdasarkan IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan LiLA diukur menggunakan pita LiLA. Kejadian anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal berdasarkan IMT (57,5%) dan LiLA normal (62,5%). Prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 52,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan IMT (p=0,02) maupun LiLA (p=0,007) dengan kejadian anemia. Status gizi merupakan faktor penentu yang sangat signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Meskipun mayoritas responden memiliki indikator gizi normal, prevalensi anemia tetap tinggi (lebih dari separuh populasi), yang dipicu secara kuat oleh kondisi tubuh yang kurus (IMT Rendah) dan risiko Kekurangan Energi Kronis (LiLa rendah). Oleh karena itu, perbaikan status gizi perlu menjadi salah satu strategi utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.
Hubungan Pola Makan dengan Kekambuhan Dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro Malang Zahwa Khoirul Armelia; Musthika Wida Mashitah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1504

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna yang sering kambuh dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kekambuhan dispepsia adalah pola makan yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kekambuhan dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro, Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling pada April–Mei 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kekambuhan dispepsia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola makan tidak teratur (60,0%) dan sering mengalami kekambuhan dispepsia (53,3%). Responden dengan pola makan tidak teratur sebagian besar sering mengalami kekambuhan dispepsia (77,8%), sedangkan responden dengan pola makan teratur sebagian besar jarang mengalami kekambuhan (54,2%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kekambuhan dispepsia (p=0,017). Pola makan yang tidak teratur berhubungan dengan meningkatnya risiko kekambuhan dispepsia.