Dian Mustofani
Fakultas Farmasi, Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri MTS Darussalam Lamongan Hariyani Hariyani; Dwi Evi Diyan Sari; Dian Mustofani; Rosa Juwita Hesturini; Desi Kusumawati; Henni Wati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1647

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini karena anemia dapat memengaruhi prestasi belajar dan kesehatan remaja putri. Tingkat pengetahuan tentang anemia berperan dalam membentuk perilaku pencegahan yang dapat memengaruhi risiko terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Darussalam Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi sebanyak 87 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital Easy Touch GCHb. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden yang sudah mengalami menstruasi, sebanyak 24 responden (35,8%) mengalami anemia dan 43 responden (64,2%) tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan responden yaitu kategori kurang 20%, sedang 43%, dan baik 37% dengan p-value 0,003 (p<0,05). Pada responden yang belum mengalami menstruasi, sebanyak 30,0% mengalami anemia dan 70,0% tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan responden yaitu kategori kurang 10%, sedang 65%, dan baik 25% dengan p-value 0,633 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan signifikan pada responden yang sudah mengalami menstruasi, namun tidak pada responden yang belum mengalami menstruasi.