Penulisan jurnal ini bertujuan untuk menganalisis fenomena catcalling yang terjadi pada perempuan di Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak dan untuk mengidentifikasi faktor penyebab serta dampak yang ditimbulkan dari catcalling terhadap rasa aman dan kebebasan bergerak pada perempuan di Jalan Ahmad Yani. Catcalling merupakan salah satu bentuk pelecehan seksual verbal atau non verbal yang terjadi di ruang publik. Namun, kebanyakan orang masih sering menganggap catcalling ini sebagai sekedar candaan atau pujian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 korban perempuan dan 2 pelaku laki-laki yang sering melakukan aktivitas di sepanjang Jalan Ahmad Yani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman catcalling di Jalan Ahmad Yani yang dialami oleh para korban terjadi dalam berbagai bentuk, seperti siulan, komentar berkonotasi seksual, panggilan tidak pantas, hingga mengikuti korban. Faktor penyebab terjadinya catcalling, antara lain masih kuatnya budaya patriarki, stereotip gender serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pelecehan seksual. Dampak yang dirasakan korban, yakni rasa takut, tidak nyaman, trauma psikologis, serta membatasi diri dalam beraktivitas di ruang publik. Maka dari itu, studi ini merekomendasikan perlunya peningkatan edukasi publik mengenai pelecehan seksual, penguatan peran pemerintah dan aparat terkait, serta keterlibatan masyarakat dalam menciptakan ruang publik yang aman dan inklusif bagi perempuan. Kata kunci: Catcalling, Pelecehan Seksual, Kebebasan Perempuan, Ruang Publik, Gender