Cepi Safruddin Abdul
Program Studi Magister Pendidikan Luar Biasa, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Program Literasi Sekolah dalam Menumbuhkan Minat Baca Siswa Berisiko Slow Learner Kelas 1 Sekolah Dasar Yusran Zunaidi; Cepi Safruddin Abdul
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12156

Abstract

Rendahnya minat baca masih menjadi salah satu permasalahan literasi pada siswa sekolah dasar, terutama bagi siswa berisiko slow learner yang membutuhkan waktu dan pendampingan lebih intensif dalam mengikuti kegiatan membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Program Literasi Sekolah (PLS) dalam menumbuhkan minat baca siswa berisiko slow learner di kelas I SDN 001 Muara Ancalong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLS diimplementasikan melalui pembiasaan membaca selama 15 menit sebelum pembelajaran, penyediaan sudut baca kelas, penggunaan bahan bacaan yang disesuaikan dengan kemampuan siswa, serta pendampingan guru selama kegiatan literasi. Perubahan minat baca siswa berisiko slow learner terlihat dari meningkatnya kemampuan mempertahankan perhatian selama kegiatan membaca, kesediaan mengikuti kegiatan literasi sampai selesai, keaktifan memilih dan membuka bahan bacaan, respons terhadap pertanyaan guru mengenai bacaan, serta munculnya inisiatif untuk membaca tanpa selalu menunggu instruksi. Pendampingan guru dan penggunaan bahan bacaan yang sederhana dan menarik menjadi faktor yang mendukung keterlibatan siswa, sedangkan keterbatasan koleksi bacaan, konsentrasi yang belum stabil, dan perbedaan kemampuan membaca menjadi kendala dalam pelaksanaan program. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi PLS tidak hanya membentuk rutinitas membaca, tetapi juga mendorong perubahan perilaku literasi siswa berisiko slow learner dari keterlibatan yang bergantung pada arahan guru menuju partisipasi dan inisiatif membaca yang lebih mandiri.