Vina Alvinia Septadinusastra
Universitas Islam Nusantara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FRUGAL LIVING: MAKNA DIBALIK NILAI UANG DAN KESUKSESAN : (Studi Semiotik Roland Barthes Dalam Film Keluarga Super Irit) Vina Alvinia Septadinusastra
Jurnal Ilmu Komunikasi Balayudha Vol. 6 No. 2 (2026): JIKOBA (JURNAL ILMU KOMUNIKASI BALAYUDHA)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Film Keluarga Super Irit menggambarkan narasi sosial sinematik yang berusaha mencerminkan perjuangan keluarga kelas menengah dalam menavigasi gejolak ekonomi melalui penerapan prinsip gaya hidup hemat ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna di balik nilai uang dan nilai kesuksesan dalam keluarga frugal living yang direpresentasikan oleh film Keluarga Super Irit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotik Roland Barthes yang mengkaji signifikansi tanda, simbol, dan narasi mitologis yang diinternalisasi dalam setiap adegan, dialog, dan perkembangan alur cerita dalam film Keluarga Super Irit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi dekonstruksi dramatis terhadap makna uang yang awalnya merupakan simbol kenyamanan dan aspirasi, secara bertahap bergeser menjadi penanda krisis dan ketegangan dalam aspek domestik, pada akhirnya direkonstruksi sebagai entitas sekunder yang harus mengutamakan integritas dan ketahanan keluarga. Pola komunikasi dalam Keluarga Sukaharta telah berkembang menjadi lebih eksplisit, penuh negosiasi, dan diwarnai oleh kecemasan yang mendorong keputusan kelangsungan hidup dan tindakan spekulatif yang memiliki tingkat risiko tinggi. Dari perspektif ideologis, film ini menggarisbawahi pentingnya ketahanan mental dan memori kolektif sebagai aset paling berharga, sambil menekankan esensi rumah yang melampaui nilai materi belaka. Film ini secara komprehensif menyatakan bahwa nilai kesuksesan adalah manifestasi dari upaya kolektif, sedangkan kegagalan bukanlah akhir tetapi perjuangan yang pantang menyerah.