Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat intensitas penggunaan gawai, menggambarkan profil pembentukan karakter, serta menganalisis besarnya pengaruh intensitas penggunaan gawai terhadap pembentukan karakter siswa Generasi Alpha. Generasi Alpha adalah kelompok individu yang lahir pada rentang tahun 2010–2025, yang tumbuh dan berkembang bersamaan dengan pesatnya perkembangan teknologi digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 56 siswa, dan sampel ditentukan sebanyak 40 siswa menggunakan rumus Slovin dengan teknik pemilihan acak sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner berskala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji prasyarat analisis, serta uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tingkat intensitas penggunaan gawai siswa sebagian besar berada pada kategori sedang hingga tinggi; (2) Pembentukan karakter siswa secara umum berada pada tingkat cukup hingga baik; dan (3) Terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara intensitas penggunaan gawai terhadap pembentukan karakter dengan kontribusi sebesar 27,4%. Semakin tinggi durasi dan frekuensi penggunaan gawai, maka semakin menurunkan kualitas nilai-nilai karakter siswa. Hasil ini diperkuat dengan kajian teori sistem ekologi dan dinamika keluarga digital yang menunjukkan bahwa lingkungan digital menjadi bagian tak terpisahkan dari proses perkembangan anak. Kata kunci: Intensitas Penggunaan Gawai, Pembentukan Karakter, Generasi Alpha, Regresi Linear Sederhana, Lingkungan Digital