Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pendampingan Penerapan Sistem Penangkal Petir Franklin Rod Pada Gedung Koperasi Desa Merah Putih Cicalengka Erman Al Hakim; Wijaya; Rio Mubarak; Wawan Gunawan
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2026): September
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i3.2297

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan mitra, yaitu Gedung Koperasi Desa Merah Putih di Cicalengka, yang digunakan sebagai pusat kegiatan usaha dan administrasi masyarakat namun belum memiliki sistem proteksi petir yang terencana. Kegiatan bertujuan menerapkan sistem penangkal petir tipe Franklin Rod sekaligus meningkatkan pemahaman pengelola mengenai pemeriksaan dan pemeliharaan dasar sistem. Pelaksanaan meliputi survei kondisi bangunan, analisis risiko, perancangan menggunakan metode rolling sphere dengan jari-jari 45 m pada Lightning Protection Level III (LPL III), pemasangan tiga terminal udara, pemasangan dua elektroda pembumian secara paralel dengan bentonit, pengujian tahanan pembumian, serta sosialisasi dan serah terima kepada pengelola. Hasil pengukuran menunjukkan tahanan elektroda sebesar 2,19 Ω dan 1,15 Ω, sedangkan tahanan total sistem mencapai 0,754 Ω. Nilai tersebut berada di bawah batas 5 Ω yang digunakan sebagai acuan teknis. Pada tahap pendampingan, mitra diperkenalkan pada fungsi terminal udara, down conductor, test joint box, tanda gangguan fisik, serta kebutuhan pemeriksaan berkala. Evaluasi formatif melalui tanya jawab dan konfirmasi ulang menunjukkan bahwa pengelola dapat menjelaskan kembali komponen utama dan tindakan pemeriksaan dasar. Berdasarkan pengujian awal, sistem menunjukkan kesesuaian dengan parameter teknis perancangan dan memberikan dasar proteksi petir yang lebih terencana bagi bangunan koperasi. Keberlanjutan kegiatan diarahkan melalui pemeriksaan visual dan pengukuran pembumian secara berkala.