Muhammad Bayu Fitriansyah
Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Metode Ikhtiṣār dalam Mukhtaṣar Tafsīr Ibn Kaṡīr Karya ‘Alī Al-Ṣābūnī Dengan Al-Miṣbāḥ Al-Munīr Karya Al-Mubārakfūrī Muhammad Bayu Fitriansyah; Eni Zulaiha; Asep Ahmad Fathurrahman
JURNAL SYNTAX IMPERATIF : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : CV RIFAINSTITUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/syntaximperatif.v7i3.1171

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter metodologis dan perbedaan metode ikhtiṣār dalam Mukhtaṣar Tafsīr Ibn Kaṡīr karya Muḥammad ‘Alī al-Ṣābūnī dan Al-Miṣbāḥ al-Munīr fī Tahżīb Tafsīr Ibn Kaṡīr karya Ṣafī al-Raḥmān al-Mubārakfūrī, serta menjelaskan implikasi metodologisnya terhadap konstruksi penafsiran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research) dan analisis deskriptif-komparatif terhadap kedua karya sebagai sumber primer. Analisis dilakukan melalui identifikasi prinsip manhaj al-khāṣ, komparasi penerapannya pada ayat-ayat representatif, serta sintesis terhadap orientasi metodologis masing-masing mukhtaṣir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua karya mempertahankan substansi penafsiran Ibn Kaṡīr, tetapi menerapkan strategi ikhtiṣār yang berbeda. Al-Ṣābūnī menekankan penyederhanaan struktur tafsir melalui reduksi sanad, riwayat, pembahasan fikih, dan khilāfiyah sehingga menghasilkan penyajian yang lebih ringkas dan komunikatif. Sebaliknya, al-Mubārakfūrī mempertahankan struktur argumentasi dengan menjaga riwayat utama, proses tarjīḥ, takhrīj hadis, dan evidensi ilmiah sehingga karakter akademik tafsir induk tetap terpelihara. Perbedaan tersebut berimplikasi pada konstruksi otoritas penafsiran, yaitu preservasi hasil interpretasi pada karya al-Ṣābūnī dan preservasi argumentasi pada karya al-Mubārakfūrī. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menawarkan dua tipologi metodologis ikhtiṣār, yaitu reader-oriented abridgement yang berorientasi pada keterbacaan dan efisiensi komunikasi, serta scholar-oriented abridgement yang berorientasi pada preservasi argumentasi dan kesinambungan metodologi tafsir. Tipologi ini menjadi kontribusi konseptual penelitian dalam pengembangan kajian metodologi tafsir, khususnya mengenai transmisi dan reproduksi pengetahuan melalui karya-karya Mukhtaṣar.