Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penambahan Aditif Xanthan Gum Pada Lumpur Pemboran Zela Madani Darmiyati; Eltimeyansi Chrisye Randanan; Sulardi; R. Bambang Wicaksono; Rifki Aditya; Iin Darmiyati
AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584) Vol. 2 No. 1 (2021): AL-Mikraj Jurnal Studi Islam dan Humaniora
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/almikraj.v2i1.7149

Abstract

This study investigated the use of Xanthan gum as an additive to improve the rheology of drilling mud. The parameters used in this rheology are viscosity, yield point, shear stress, and gel strength. This experiment was conducted in the laboratory to evaluate the effects of bentonite, fresh water, and Xanthan gum additives at various concentrations. During the experiment, five drilling mud samples containing 1, 3, 5, 7, and 15 grams of Xanthan gum were prepared. In the sample containing 1 gram of Xanthan gum, the viscosity was measured for 120 seconds/quarter, the yield point was found to be 24 lb/100ft², the plastic viscosity was found to be 4 cp, and the gel strength was found to be 0.78 lb/100ft². Meanwhile, the sample containing 15 grams of Xanthan gum has a viscosity of 4800 seconds/quarter, a plastic viscosity of 20 cp, a yield point of 52 lb/100ft², and a gel strength of 1.3 lb/100ft². The final result shows that the increase in the rheological properties of the mud is due to Xanthan gum which is in accordance with API standard drilling.
ANALISA PERFORMA SUMUR INJEKSI “S-107” PADA KEGIATAN WATERFLOODING DI LAPANGAN X MENGGUNAKAN METODE HALL PLOT Iin Darmiyati; Chatarina Silambi; Deny Fatryanto Edyzoh; Engiline Marlin; R. Bambang Wicaksono; Ain Sahara
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 1 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waterflooding merupakan metode penting untuk meningkatkan recovery dari reservoir minyak. Menginjeksikan air melalui sumur injeksi ke dalam reservoir diharapkan akan mendorong minyak yang ada di reservoir dapat bergerak menuju sumur produksi. Namun, dalam pengaplikasian waterflooding tidak mudah, dapat di jumpai permasalahan berupa formation damage. Untuk menganalisa formation damage dapat menggunakan metode Hall Plot. Metode Hall Plot adalah kurva yang di plot berdasarkan cumumative pressure terhadap cumulative volume injection. Pada penelitian ini, analisa performa sumur injeksi S-107 dilakukan dengan metode Hall Plot. Hasil dari kurva Hall Plot digunakan sebagai acuan untuk mengindikasikan kondisi aktual pada sumur. Analisa lebih lanjut kemudian dilakukan terhadap nilai skin dan injectivity index untuk mengetahui seberapa besar efek skin pada formasi. Dilakukan perhitungan nilai skin dan injectivity index pada lapisan C dan D dikarenakan pada kedua lapisan tersebut mempunyai aliran yang kecil. Analisa kualitas air injeksi juga dilakukan untuk mengetahui kualitas air injeksi sebagai salah satu indikasi penyebab terbentuknya plugging atau scale. Kenaikan slope yaitu bulan Februari 2020 dan bulan Agustus 2022 hal ini mengindikasikan terjadinya kerusakan formasi. Hasil perhitungan skin pada lapisan C dan D pada tahun kenaikan slope diperoleh nilai skin positif yang menandakan pada kedua lapisan tersebut terjadi kerusakan formasi, nilai skin paling tinggi terjadi pada bulan Agustus 2022. injectivity index yang diperoleh pada lapisan C dan D yaitu 0,04 b/d/psi dan 0,07 b/d/psi yang menandakan injectivity index pada lapisan C dan D dalam keadaan tidak baik. Berdasarkan analisa kualitas air injeksi terhadap air yang diinjeksikan pada sumur S-107, parameter-parameter yang dianalisa yaitu oil contant, turbidity, relative plugging index dan total solven solid solid menunjukkan nilai diatas standar kualitas air injeksi sehingga diindikasi air akan cenderung membentuk plugging.
PENANGGULANGAN KEPASIRAN DENGAN GRAVEL PACK BERDASARKAN SIEVE ANALYSIS DI SUMUR A-140, LAPANGAN X Iin Darmiyati; Deny Fatryanto Edyzoh; M. Nur Mukmin; R. Bambang Wicaksono; Engeline Marlin
Jurnal Genta Mulia Vol. 14 No. 2 (2023): JURNAL GENTA MULIA
Publisher : LPPM Universitas Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi simulasi reservoir minyak menggunakan model Black Oil dengan bantuan metode numerik Finite Difference Method (FDM). Model ini menggambarkan kondisi reservoir secara dua dimensi dengan grid Cartesian berukuran 20x20x10, serta menerapkan kondisi batas no-flow, yang artinya tidak ada aliran fluida ke luar dari batas model. Dengan skenario ini, simulasi berfokus sepenuhnya pada dinamika fluida di dalam area reservoir. Tujuh sumur ditempatkan di dalam model, terdiri dari kombinasi sumur produksi dan sumur injeksi. Tujuannya adalah untuk melihat bagaimana fluida yaitu minyak, air, dan gas yang bergerak di dalam reservoir, serta bagaimana sumur-sumur tersebut saling memengaruhi satu sama lain. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tekanan dalam reservoir berubah mengikuti mekanisme produksi yang digunakan, seperti solution gas drive dan injeksi air. Sementara itu, perubahan saturasi fluida menunjukkan pola interaksi antara sumur-sumur tersebut, yang menggambarkan pergerakan front injeksi dan penyebaran fluida dalam pori-pori batuan. Melalui simulasi ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana reservoir merespons proses produksi, baik dari sisi distribusi tekanan maupun pergerakan fluida. Selain itu, performa masing-masing sumur juga dapat dianalisis berdasarkan efisiensi produksi dan pengaruhnya terhadap kondisi reservoir secara keseluruhan. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan wawasan penting yang dapat digunakan untuk mengelola reservoir secara lebih efektif, misalnya dalam perencanaan penempatan sumur baru, pengaturan laju injeksi, atau bahkan sebagai dasar strategi peningkatan perolehan minyak (Enhanced Oil Recovery). Dengan pendekatan ini, diharapkan produksi minyak bisa dilakukan dengan lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.