Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan terhadap Produktivitas Pekerja pada Proyek Rumah Tinggal di Kedoya Jakarta Barat Nacim Saepudin; Amrin Farikhi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12931

Abstract

Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) merupakan aspek penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi karena berpengaruh terhadap keselamatan pekerja, efisiensi pekerjaan, dan pencapaian produktivitas kerja. Namun, pada proyek konstruksi skala kecil, penerapan K3L masih sering diabaikan sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan kerja dan menurunkan produktivitas pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan K3L terhadap produktivitas pekerja pada proyek pembangunan rumah tinggal di Kedoya, Jakarta Barat, dan mengidentifikasi variabel K3L yang paling dominan memengaruhi produktivitas kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 50 responden yang terdiri atas tim proyek konstruksi yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek. Data dianalisis menggunakan IBM SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis korelasi Pearson, dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pelatihan dan sosialisasi K3 serta kepatuhan terhadap prosedur kerja berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pekerja, sedangkan penggunaan APD, pengawasan, dan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan. Variabel kepatuhan terhadap prosedur kerja merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan produktivitas pekerja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi kontraktor maupun pengelola proyek dalam meningkatkan penerapan K3L guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Analisis Clash Detection Berbasis BIM pada Proyek Swiss Belin Hotel Lampung Sabar Putra Mustajab; Amrin Farikhi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13273

Abstract

Proyek konstruksi gedung bertingkat melibatkan koordinasi yang kompleks antara disiplin arsitektur, struktur, serta mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP), sehingga berpotensi menimbulkan benturan desain (clash) yang dapat memengaruhi pelaksanaan konstruksi. Building Information Modeling (BIM) melalui fitur clash detection dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan potensi benturan antar-disiplin sebelum tahap konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan dan efektivitas clash detection berbasis BIM dalam meningkatkan koordinasi antar-disiplin pada Proyek Hotel Swiss-Belinn Lampung. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan menganalisis model BIM disiplin arsitektur, struktur, dan MEP pada Level of Development (LOD) 300 menggunakan Autodesk Navisworks Manage. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara untuk memperoleh informasi mengenai proses koordinasi dan penyelesaian clash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teridentifikasi 77 titik clash, yang terdiri atas 21 hard clash, 34 soft clash, dan 22 workflow clash. Setelah dilakukan proses koordinasi dan revisi terhadap model BIM, sebanyak 70 titik clash berhasil diselesaikan dan tersisa 7 titik clash, sehingga diperoleh efektivitas penyelesaian clash sebesar 90,91%. Penerapan clash detection juga menunjukkan potensi penghematan biaya sebesar 2–5% melalui pengurangan rework, perubahan desain, dan pemborosan material, serta potensi percepatan proses koordinasi sebesar 20%. Dengan demikian, penerapan BIM melalui clash detection terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas koordinasi desain serta berpotensi mendukung efisiensi waktu, biaya, dan mutu pada proyek konstruksi gedung bertingkat.