Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pendapatan dan Jumlah Penduduk terhadap Permintaan Gas Elpiji 3 Kg di Sumatera Utara Tahun 2019-2023 Khairun Nikmah Sinaga; Eko Wahyu Nugrahadi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13009

Abstract

Gas Elpiji 3 kg merupakan energi bersubsidi yang menjadi kebutuhan utama rumah tangga dan usaha mikro di Indonesia. Peningkatan permintaan LPG 3 kg di Provinsi Sumatera Utara memerlukan kajian mengenai faktor-faktor yang memengaruhinya, khususnya pendapatan dan jumlah penduduk. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendapatan dan jumlah penduduk terhadap permintaan gas elpiji 3 kg di Provinsi Sumatera Utara tahun 2019-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup 33 kabupaten/kota selama periode 2019-2023. Data dianalisis menggunakan regresi data panel. Berdasarkan uji Chow dan uji Hausman, Fixed Effect Model (FEM) dipilih sebagai model terbaik untuk mengestimasi hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan gas elpiji 3 kg (p = 0,3737), demikian pula jumlah penduduk tidak berpengaruh signifikan (p = 0,4304). Namun, secara simultan pendapatan dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap permintaan gas elpiji 3 kg (Prob. F = 0,0000) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,844850, yang menunjukkan bahwa 84,49% variasi permintaan dapat dijelaskan oleh model. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendapatan dan jumlah penduduk bukan merupakan penentu utama permintaan LPG 3 kg secara individual, tetapi keduanya berkontribusi secara bersama-sama terhadap variasi permintaan. Oleh karena itu, kebijakan distribusi dan subsidi LPG 3 kg perlu mempertimbangkan karakteristik wilayah serta faktor lain di luar model penelitian agar penyaluran subsidi lebih efektif dan tepat sasaran.