Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Nilai Tukar Rupiah, Produk Domestik Bruto, Dan Inflasi Terhadap Utang Luar Negri Di Indonesia Tahun 2015-2024 Arya Abdillah Pratama; Hilmiatus Sahlah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13088

Abstract

Pembangunan ekonomi di negara berkembang sering kali dihadapkan pada keterbatasan modal domestik sehingga mendorong pemanfaatan utang luar negeri sebagai pembiayaan alternatif. Namun, tingginya ketergantungan pada utang luar negeri berisiko menimbulkan kerentanan terhadap gejolak indikator makroekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai tukar rupiah, produk domestik bruto, dan inflasi secara parsial maupun simultan terhadap posisi utang luar negeri Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi linier berganda. Data yang digunakan merupakan data deret waktu dengan total empat puluh sampel pengamatan. Pengujian hipotesis dilakukan melalui pengujian parsial, pengujian simultan, serta evaluasi koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, nilai tukar rupiah berpengaruh positif dan signifikan terhadap utang luar negeri. Sementara itu, produk domestik bruto berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap utang luar negeri. Di sisi lain, inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap utang luar negeri. Secara simultan, nilai tukar rupiah, produk domestik bruto, dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap utang luar negeri Indonesia. Nilai koefisien determinasi penyesuaian mengindikasikan bahwa sebagian besar variasi perubahan utang luar negeri dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sedangkan sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Kesimpulannya, pengelolaan utang luar negeri sangat bergantung pada stabilitas nilai tukar dan pengendalian inflasi, sehingga pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan indikator makroekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang terintegrasi. Kata Kunci: Utang Luar Negeri, Nilai Tukar Rupiah, Produk Domestik Bruto, Inflasi, Regresi Linier Berganda.