Persediaan merupakan aset penting yang berpengaruh langsung terhadap kelancaran operasional perusahaan manufaktur. PT. Mahkota Karya Plasindo masih menghadapi masalah selisih stok yang terjadi berulang, sehingga diperlukan evaluasi terhadap efektivitas sistem pengendalian internal berdasarkan kerangka Committe of Sponsoring Organizations of Treadway Commission (COSO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pengendalian internal, menilai efektivitas setiap komponen COSO, menganalisis risiko operasional akibat kelemahan pengendalian internal terhadap efisiensi pengelolaan persediaan, serta memberikan rekomendasi perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap Kepala Gudang, Admin Gudang, Kepala Produksi, Admin Purchasing, Admin Penjualan, Akuntan dan Pengawas. Analisis data menggunakan model pendekatan deduktif sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Mahkota Karya Plasindo telah menerapkan lima komponen COSO, yaitu Control Environment, Risk Assessment, Control Activities, Information and Communication serta Monitoring Activities. Namun, penerapannya belum sepenuhnya efektif. Kelemahan utama ada pada risk assessment, yang belum didukung identifikasi dan mitigasi risiko secara formal, serta pada mencatatan persediaan, komunkasi antarbagian dan monitoring yang bersifat korektif. Kondisi ini menyebabkan terjadinya selisih stok, keterlambatan pencatatan dan ketidaksesuaian data persediaan. Penelitian ini merekomendasikan penyusunan risk register, dan pelatihan berkala untuk peningkatan efektivitas sistem pengendalian internal serta mengurangi risiko operasional.