Kemampuan berhitung merupakan salah satu aspek perkembangan kognitif yang penting dikembangkan sejak usia dini. Berdasarkan observasi awal di PAUD Nurma, kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun masih rendah, terutama dalam mengenal lambang bilangan, menghitung jumlah benda, dan mencocokkan angka dengan jumlah benda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berhitung anak sebelum dan sesudah penggunaan media kincir angka serta menganalisis pengaruh media tersebut terhadap kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun di PAUD Nurma. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen dan desain One Group Pretest–Posttest. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 15 anak yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar observasi berdasarkan indikator perkembangan kemampuan berhitung. Analisis data dilakukan secara deskriptif, dilanjutkan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan berhitung meningkat dari 47,00 pada pretest menjadi 79,33 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 32,33 poin. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,001 < 0,05. Seluruh anak mengalami peningkatan kemampuan berhitung, ditunjukkan oleh Positive Ranks sebanyak 15, Negative Ranks 0, dan Ties 0. Dengan demikian, penggunaan media kincir angka berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan berhitung anak usia 4–5 tahun di PAUD Nurma.