Lintang Amanda Pratiwi
STIKes Maharani Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Seks Bebas Dalam Perilaku Pencegahan Kehamilan Remaja Kelas XI Di SMK X Kota Malang Lintang Amanda Pratiwi; Sismala Harningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1309

Abstract

Masa remaja adalah periode rentan terhadap perilaku berisiko, termasuk seks bebas yang berpotensi berujung pada kehamilan tidak diinginkan. Tingkat pengetahuan remaja tentang seks bebas diduga berperan penting dalam membentuk perilaku pencegahan kehamilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang seks bebas dengan perilaku pencegahan kehamilan pada remaja kelas XI di SMK X Kota Malang. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 48 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling dari seluruh siswa kelas XI. Data dikumpulkan menggunakan dua kuesioner, yaitu kuesioner tingkat pengetahuan seks bebas dan kuesioner perilaku pencegahan kehamilan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan seks bebas kategori baik, yaitu 43 siswa (89,6%), dan sebagian besar responden juga menunjukkan perilaku pencegahan kehamilan kategori baik, yaitu 35 siswa (71,4%). Uji korelasi Rank Spearman menghasilkan nilai p sebesar 0,001 (p<0,05) dengan koefisien korelasi r=0,521, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan kekuatan sedang antara kedua variabel. Semakin tinggi pengetahuan remaja tentang seks bebas, semakin baik pula perilaku pencegahan kehamilan yang mereka tunjukkan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi kesehatan reproduksi secara berkelanjutan di lingkungan sekolah dan keluarga guna mendukung terbentuknya perilaku pencegahan kehamilan yang lebih baik pada remaja.