Delvi Nia Silfana
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Durasi Operasi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasca Anestesi Umum Pada Pasien Bedah Ortopedi Delvi Nia Silfana; Tati Hardiyani
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1343

Abstract

Durasi yang diperlukan untuk pemulihan kesadaran merupakan indikator penting dalam pemulihan pasien pasca-anestesi umum. Lama operasi diperkirakan memiliki korelasi dengan waktu yang dibutuhkan untuk pemulihankesadaran, mengingat prosedur yang lebih lama menyebabkan paparan zat anestesi yang lebih intens. Tindakanbedah ortopedi dapat memakan waktu lama, yang berpotensi memengaruhi proses pemulihan kesadaran. Tujuan:Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lama operasi dan waktu pemulihan kesadaranpasca-anestesi umum pada pasien yang menjalani prosedur ortopedi. Penelitian ini menggunakan desainobservasional analitik kuantitatif dengan metode cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 33 respondenyang dipilih melalui teknik purposive sampling. Durasi operasi dikategorikan menjadi ≤60 menit dan >60 menit,sedangkan waktu pemulihan kesadaran dinilai menggunakan Modified Aldrete Score dan diklasifikasikansebagai cepat (≤15 menit) dan lambat (>15 menit). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-Squaredengan ambang batas signifikansi p < 0,05. Hasil: Pada pasien dengan durasi operasi ≤60 menit, 14 orang(87,5%) menunjukkan pemulihan kesadaran yang cepat, sedangkan 2 orang (12,5%) menunjukkan pemulihanyang lambat. Untuk prosedur bedah yang melebihi 60 menit, 3 partisipan (17,6%) menunjukkan pemulihancepat, sementara 14 partisipan (82,4%) menunjukkan pemulihan lambat. Hasil uji Chi-Square menunjukkanadanya hubungan yang signifikan antara lama operasi dan waktu pemulihan kesadaran (p < 0,001), dengantingkat keeratan hubungan yang kuat (Phi = 0,699)