Elisabeth Kadek Anisyawati
Universitas Pendidikan Ganesha

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Model Project Based Learning Terintegrasi STEAM terhadap Hasil Belajar Kemagnetan Dimoderasi Motivasi Belajar Elisabeth Kadek Anisyawati; I Gusti Lanang Agung Parwata; I Made Sugiarta
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i3.759

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) terintergrasi STEAM dan motivasi belajar terhadap hasil belajar kemagnetan siswa kelas IX SMP Tunas Daud. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan faktorial 2x2. Populasi penelitian berjumlah 100 siswa, dengan sampel 52 siswa yang dipilih melalui teknik random sampling dan dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan model pembelajaran dan tingkat motivasi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda dan angket motivasi belajar, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif serta analisis varian (ANAVA) dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan hasil belajar yang signifikan antara siswa yang mengikuti model PjBL terintegrasi STEAM dan siswa yang mengikuti model kooperatif tipe STAD. Meskipun demikian, tidak ditemukan pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran dan tingkat motivasi belajar terhadap hasil belajar IPA. Pada kelompok siswa dengan motivasi tinggi, model PjBL terintegrasi STEAM menghasilkan capaian yang lebih unggul (rata-rata 84,15), sedangkan pada kelompok motivasi rendah, model STAD justru memberikan hasil yang lebih baik (rata-rata 76,31) dibandingkan PjBL. Simpulannya, model PjBL-STEAM sangat efektif diterapkan pada siswa bermotivasi tinggi, namun bagi siswa bermotivasi rendah, guru disarankan memberikan pendampingan ekstra atau menggunakan model kooperatif yang lebih terstruktur.