Laras Anung Reisya
Universitas Indonesia Mandiri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN GURU DALAM PENGEMBANGAN LKPD BERBASIS DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR KOGNITIF TINGKAT TINGGI PESERTA DIDIK Putri Rahayu; Harry Affandy; Wiwin Rita Sari; Laras Anung Reisya
ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : ABDI AKOMMEDIA : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang sekolah dasar agar peserta didik mampu menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan gagasan, bukan sekadar mengingat dan menghafal materi. Salah satu perangkat pembelajaran yang berperan penting dalam mendukung hal tersebut adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa LKPD yang digunakan guru masih banyak berorientasi pada soal-soal hafalan sehingga belum optimal dalam melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam proses pendampingan guru dalam mengembangkan LKPD berbasis discovery learning di SD Negeri 3 Sukabaru, mulai dari kondisi awal, tahapan pelaksanaan pendampingan, dinamika yang terjadi, hingga perubahan yang tampak setelah pendampingan dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yaitu menggambarkan proses dan perubahan yang terjadi berdasarkan hasil pengamatan, dokumentasi, dan refleksi, kemudian mengelompokkannya ke dalam kategori baik, cukup, dan kurang, untuk memudahkan pemaknaan tanpa bermaksud melakukan pengujian statistik inferensial. Data dikumpulkan melalui observasi, diskusi reflektif bersama guru, dan telaah dokumen LKPD. Hasil penulisan menunjukkan bahwa sebelum pendampingan, sebagian besar LKPD yang disusun guru berada pada kategori kurang karena masih bersifat prosedural dan berorientasi pada hafalan. Setelah melalui proses pendampingan yang meliputi sosialisasi konsep, pelatihan penyusunan LKPD, pendampingan penerapan di kelas, dan refleksi berkelanjutan, kualitas LKPD yang disusun guru menunjukkan peningkatan menuju kategori cukup hingga baik, ditandai dengan tersusunnya LKPD yang menuntun peserta didik melalui tahapan discovery learning, yaitu mulai dari stimulasi, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, hingga penarikan kesimpulan. Perubahan ini berdampak pada meningkatnya keterlibatan aktif peserta didik, tumbuhnya sikap berpikir kritis dan eksploratif, serta suasana belajar yang menarik dan bermakna. Dapat disimpulkan bahwa pendampingan yang dilakukan secara terstruktur dan berkelanjutan efektif meningkatkan kemampuan guru dalam mengembangkan LKPD berbasis discovery learning yang berorientasi pada penguatan hasil belajar kognitif tingkat tinggi peserta didik.