Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan berpikir kritis, kerja sama, tanggung jawab, aktivitas, dan hasil belajar murid pada pembelajaran IPAS kelas V SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin. Penelitian bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas murid serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, tanggung jawab, dan hasil belajar melalui penerapan model pembelajaran BANUA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam empat pertemuan. Subjek penelitian berjumlah 22 murid kelas V SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2025/2026. Model BANUA merupakan kombinasi Problem Based Learning (PBL), Numbered Heads Together (NHT), dan Talking Stick. Data dikumpulkan melalui observasi, tes, dan lembar penilaian, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru mencapai kriteria Sangat Baik, aktivitas murid meningkat hingga 90,90% dengan kriteria Sangat Aktif, keterampilan berpikir kritis meningkat hingga 86,36% dengan kriteria Sangat Kritis, sedangkan keterampilan kerja sama dan karakter tanggung jawab mencapai kriteria Sangat Terampil dan Sangat Membudaya. Peningkatan tersebut berdampak pada hasil belajar murid yang mencapai ketuntasan klasikal sesuai indikator keberhasilan. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran BANUA efektif meningkatkan aktivitas guru, aktivitas murid, keterampilan berpikir kritis, kerjasama, tanggung jawab, dan hasil belajar IPAS pada murid kelas V SDN Antasan Besar 1 Banjarmasin.