Firman Ilham
Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Walisongo, Semarang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Pendidikan Konseling Kognitif Perilaku terhadap Penurunan Gejala Depresi pada Remaja Firman Ilham; Siti Khodiajah
SOCIOPEDIA: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sosial Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sosial (SOCIOPEDIA)
Publisher : PT Wacana Publisher Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67756/sociopedia.v1i1.3

Abstract

Masa remaja merupakan fase transisi psikologis yang sangat rentan, ditandai dengan peningkatan prevalensi depresi yang berdampak negatif pada fungsi akademik dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak penerapan pendidikan konseling kognitif perilaku terhadap penurunan gejala depresi pada populasi remaja di lingkungan pendidikan formal. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data sekunder dikumpulkan secara sistematis dari berbagai artikel jurnal akademik dan referensi ilmiah bereputasi yang dipublikasikan dalam lima tahun terakhir. Selanjutnya, data tersebut dikaji menggunakan teknik analisis isi kualitatif (qualitative content analysis). Hasil sintesis literatur mengungkapkan bahwa pendidikan konseling kognitif perilaku memiliki dampak yang sangat signifikan dalam merestrukturisasi pola pikir distorsif pada remaja. Melalui pendekatan psikoedukasi ini, peserta didik dibimbing untuk mengidentifikasi, menantang, dan mengganti pemikiran negatif otomatis dengan perspektif yang lebih rasional serta proporsional. Lebih jauh, edukasi ini terbukti efektif dalam memicu aktivasi perilaku (behavioral activation), yang mendorong remaja untuk keluar dari isolasi sosial dan kembali berpartisipasi secara proaktif dalam aktivitas yang bermakna. Kajian ini menyimpulkan bahwa transformasi terapi klinis menjadi modul layanan pendidikan preventif berhasil membekali remaja dengan mekanisme resiliensi mental yang tangguh. Selain itu, integrasi konseling kognitif perilaku dalam layanan sekolah berperan penting dalam mendestigmatisasi isu kesehatan mental, sehingga menciptakan ekosistem pembelajaran yang suportif, inklusif, dan tanggap terhadap krisis psikologis siswa.